Jumat, 04 Maret 2011

MAKALAH SEJARAH MALIN KUNDANG ^^



SEJARAH MALIN KUNDANG

MAKALAH


Diajukan untuk Memenuhi Ketuntasan Kompetensi Dasar

Disusun Oleh :
Simon Marchellino Sitorus



Kelas :
9 i



SMP Negeri 12
DEPOK
Tahun Ajaran 2011
Prakata

Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah menganugrahkan hikmat dan kemampuan dalam penyelesaian makalah ini, sebagai salah syarat untuk memenuhi ketuntasan kompetensi dasar.
Makalah ini dimaksudkan untuk sekedar memberitahu kepada pembaca, mengenai “sejarah malin kundang”.
Sejak awal hingga akhir penyusunan makalah ini, kami mengalami banyak hambatan dan kesulitan. Namun, atas bantuan banyak pihak yang secara langsung, maupun tidak langsung turut terlibat dalam penyelesaian makalah ini, sehingga makalah ini bisa terselesaikan. Untuk itu, kami sebagai penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada orang-orang yang telah terlibat dalam pembuatan makalah ini, dan terlebih khusus kepada guru yang telah membimbing kami dalam proses pembuatan makalah ini.
Akhir kata, penulis berharap semoga makalah ini dapat berguna dan bermanfaat bagi semua pihak. Terima kasih.


Jakarta, 04 Maret 2011


Penulis






i
DAFTAR ISI

Prakata       ………………………………………………………………     i
Daftar isi    ………………………………………………………………     ii

Bab 1         Pendahuluan
                   1.1 Latar Belakang…………………………………………..     1
                   1.2 Permasalahan……………………………………………     2
                   1.3 Tujuan Penelitian………………………………………..      2

Bab 2          Pembahasan
2.1 Sejarah Malin Kundang………………………………….      3-5
2.2 Dampak Sejarah Malin Kundang………………………..      6
                   2.4 Cara Menanggulangi Dampak Negatif dari Sinetron….....      6

Bab 3          Penutup
                   3.1 Kesimpulan…………………………………………….       7
                   3.2 Saran…………………………………………………...       7

Daftar Pustaka……………………………………………………………      8






ii
Bab I
Pendahuluan

1.1            Latar Belakang

Malin Kundang adalah kaba yang berasal dari provinsi Sumatra Barat, Indonesia. Legenda Malin Kundang berkisah tentang seorang anak yang durhaka pada ibunya dan karena itu dikutuk menjadi batu. Sebentuk batu di pantai Air Manis, Padang, konon merupakan sisa-sisa kapal Malin Kundang.
Untuk itu, makalah ini dibuat dengan tujuan utama untuk sekedar memberitahukan kepada pembaca mengenai sejarah Malin Kundang yang ada di Indonesia.














1
1.2             Permasalahan
Permasalahan yang muncul akibat sejarah malin kundang mengakibatkan dampak positif maupun negatif. Agar penjelasan lebih terperinci, penulis akan membatasi permasalahan tersebut. Adapun permasalahan tersebut adalah sebagai berikut :
1.     Bagaimana sejarah Malin Kundang ?
2.     Apa dampak positif dan negatif dari sejarah Malin Kundang ?
3.     Cara menanggulangi dampak negatif dari sejarah Malin kundang!


1.3             Tujuan Penelitian
Tujuan pembuatan makalah ini adalah sebagai berikut :
a.     Memberi penjelasan mengenai sejarah Malin Kundang.
b.     Mengetahui dampak positif dan negatif dari sejarah Malin Kundang.
c.      Mengetahui cara menanggulangi dampak negatif dari sejarah Malin Kundang.










2
 Bab II
Pembahasan

2.1 Sejarah Malin Kundang
Malin Kundang adalah kaba yang berasal dari provinsi Sumatra Barat, Indonesia. Legenda Malin Kundang berkisah tentang seorang anak yang durhaka pada ibunya dan karena itu dikutuk menjadi batu. Sebentuk batu di pantai Air Manis, Padang, konon merupakan sisa-sisa kapal Malin Kundang.
Malin termasuk anak yang cerdas tetapi sedikit nakal. Ia sering mengejar ayam dan memukulnya dengan sapu. Suatu hari ketika Malin sedang mengejar ayam, ia tersandung batu dan lengan kanannya luka terkena batu. Luka tersebut menjadi berbekas di lengannya dan tidak bisa hilang. Karena merasa kasihan dengan ibunya yang banting tulang mencari nafkah untuk membesarkan dirinya. Malin memutuskan untuk pergi merantau agar dapat menjadi kaya raya setelah kembali ke kampung halaman kelak.
Awalnya Ibu Malin Kundang kurang setuju, mengingat suaminya juga tidak pernah kembali setelah pergi merantau tetapi Malin tetap bersikeras sehingga akhirnya dia rela melepas Malin pergi merantau dengan menumpang kapal seorang saudagar. Selama berada di kapal, Malin Kundang banyak belajar tentang ilmu pelayaran pada anak buah kapal yang sudah berpengalaman.
Di tengah perjalanan, tiba-tiba kapal yang dinaiki Malin Kundang diserang oleh bajak laut. Semua barang dagangan para pedagang yang berada di kapal dirampas oleh bajak laut. Bahkan sebagian besar awak kapal dan orang yang berada di kapal tersebut dibunuh oleh para bajak laut. Malin Kundang beruntung, dia sempat bersembunyi di sebuah ruang kecil yang tertutup oleh kayu sehingga tidak dibunuh oleh para bajak laut.


3
Malin Kundang terkatung-katung di tengah laut, hingga akhirnya kapal yang ditumpanginya terdampar di sebuah pantai. Dengan tenaga yang tersisa, Malin Kundang berjalan menuju ke desa yang terdekat dari pantai. Desa tempat Malin terdampar adalah desa yang sangat subur. Dengan keuletan dan kegigihannya dalam bekerja, Malin lama kelamaan berhasil menjadi seorang yang kaya raya. Ia memiliki banyak kapal dagang dengan anak buah yang
jumlahnya lebih dari 100 orang. Setelah menjadi kaya raya, Malin Kundang mempersunting seorang gadis untuk menjadi istrinya.
Berita Malin Kundang yang telah menjadi kaya raya dan telah menikah sampai juga kepada ibu Malin Kundang. Ibu Malin Kundang merasa bersyukur dan sangat gembira anaknya telah berhasil. Sejak saat itu, ibu Malin setiap hari pergi ke dermaga, menantikan anaknya yang mungkin pulang ke kampung halamannya.
Setelah beberapa lama menikah, Malin dan istrinya melakukan pelayaran disertai anak buah kapal serta pengawalnya yang banyak. Ibu Malin yang melihat kedatangan kapal itu ke dermaga melihat ada dua orang yang sedang berdiri di atas geladak kapal. Ia yakin kalau yang sedang berdiri itu adalah anaknya Malin Kundang beserta istrinya.
Ibu Malin pun menuju ke arah kapal. Setelah cukup dekat, ibunya melihat belas luka dilengan kanan orang tersebut, semakin yakinlah ibunya bahwa yang ia dekati adalah Malin Kundang. "Malin Kundang, anakku, mengapa kau pergi begitu lama tanpa mengirimkan kabar?," katanya sambil memeluk Malin Kundang. Tetapi melihat wanita tua yang berpakaian lusuh dan kotor memeluknya Malin Kundang menjadi marah meskipun ia mengetahui bahwa wanita tua itu adalah ibunya, karena dia malu bila hal ini diketahui oleh istrinya dan juga anak buahnya.




4
Mendapat perlakukan seperti itu dari anaknya ibu Malin Kundang sangat marah. Ia tidak menduga anaknya menjadi anak durhaka. Karena kemarahannya yang memuncak, ibu Malin menyumpah anaknya "Oh Tuhan, kalau benar ia anakku, aku sumpahi dia menjadi sebuah batu". Tidak berapa lama kemudian Malin Kundang kembali pergi berlayar dan di tengah perjalanan datang badai dahsyat menghancurkan kapal Malin Kundang. Setelah itu tubuh Malin Kundang perlahan menjadi kaku dan lama-kelamaan akhirnya berbentuk menjadi sebuah batu karang. Sampai saat ini Batu Malin Kundang masih dapat dilihat di sebuah pantai bernama pantai Aia Manih, di selatan kota Padang, Sumatera Barat
















5
3.2            Dampak dari Sejarah Malin Kundang
Dampak Positif dan Negatif dari sejarah Malin Kundang dalam kehidupan sehari – hari :
Dampak Positif :
a.     Dapat mendambahkan wawasan kepada siswa mengenai sejarah yang ada di Indonesia.
b.     Dapat menjadikan pelajaran kepada siswa, agar tidak melakukan hal yang diperbuat oleh Malin Kundang.
Dampak Negatif :
a.     Dapat membuat siswa melakukan hal yang tidak berkenan seperti yang dilakukan oleh Malin Kundang dalam cerita tersebut.



3.3            Mencegah Dampak Negatif dari sejarah Malin Kundang.
Cara Mencegah Dampak Negatig tersebut ialah :
a.     Pentingnya peran orang tua dalam kehidupan sehari – hari.








6
Bab III
Penutup

3.1 Kesimpulan
Kesimpulan yang didapatkan dari uraian pada bab 1 dan bab 2 adalah Malin Kundang yaitu sebuah mitos yang berasal dari provinsi Sumatra Barat, Indonesia, berkisah tentang seorang anak yang durhaka pada ibunya dan akhirnya Malin Kundang itu dikutuk menjadi batu.



3.2 Saran
Saran kami sebagai penulis makalah ini, adalah sebagai berikut:
a.     Sebaiknya siswa tidak mengikuti kelakuan buruk dari Malin Kundang seperti dalam cerita tersebut.








7
Daftar Pustaka
http://www.indospiritual.com/artikel_malin-kundang--kisah-anak-durhaka.html




















8

1 komentar: